TUGAS - MANAJEMEN KEUANGAN BELLICOUS

ANALISIS KEUANGAN BELLICIOUS
(TM-11 MATERI MANAJEMEN KEUANGAN) 

 IDENTITAS NAHASISWA:

 NAMA: Az zahra Salsabella

 NIM: 43224010047

 

PENDAHULUAN:

Dalam menjalankan suatu usaha, pengelolaan keuangan merupakan salah satu aspek penting yang menentukan keberlangsungan dan perkembangan bisnis. Pencatatan keuangan yang baik membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan usahanya, mulai dari jumlah pendapatan, biaya yang dikeluarkan, hingga laba atau rugi yang diperoleh dalam suatu periode. Selain itu, laporan keuangan juga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bisnis agar usaha dapat berkembang secara terencana dan berkelanjutan.

Bellicious Sandwich merupakan usaha kuliner yang bergerak di bidang penjualan sandwich homemade dengan sistem pemasaran melalui pre-order (PO) dan penjualan langsung pada tenda pasar malam. Model bisnis ini dipilih karena dapat menjangkau lebih banyak konsumen dengan biaya operasional yang relatif rendah dibandingkan membuka toko permanen. Meskipun usaha masih berada pada skala kecil, penerapan pencatatan dan pelaporan keuangan tetap diperlukan agar arus kas, pendapatan, serta pengeluaran usaha dapat terkontrol dengan baik.

Dalam tugas ini dilakukan simulasi pencatatan transaksi keuangan Bellicious Sandwich selama satu periode usaha. Seluruh transaksi yang terjadi dicatat dalam jurnal sederhana, kemudian disusun menjadi neraca saldo, laporan laba rugi, laporan posisi keuangan (neraca), serta laporan arus kas. Melalui penyusunan laporan tersebut, dapat diketahui kondisi keuangan usaha dan tingkat keberhasilan usaha dalam menghasilkan keuntungan selama periode yang dianalisis.

Hasil analisis keuangan ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya penerapan manajemen keuangan dalam usaha kecil, sekaligus menjadi dasar evaluasi dan perencanaan pengembangan usaha Bellicious Sandwich pada periode berikutnya. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, usaha dapat lebih mudah mengendalikan biaya, meningkatkan profitabilitas, serta menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

ASUMSI DASAR OPERASIONAL BISNIS: 

·       Nama Usaha: Bellicious Sandwich

·       Jenis Usaha: Sandwich homemade dengan berbagai varian rasa yang dipasarkan melalui sistem pre-order (PO)

·       Skenario Usaha: Usaha Kuliner Mandiri (Skala Mikro).

·       Harga Jual Rata-Rata: Rp20.000 / pcs.

·       Modal Awal Disetor: Rp1.500.000 (Tunai). 

·       Target & Realisasi Penjualan: 150 pcs / bulan. 

·       Total Omzet/Pendapatan: Rp3.000.000. 

·       Biaya Produksi (HPP): Rp6.333 / pcs (Total HPP = Rp950.000). 

·       Periode Pencatatan: 1 Bulan (Juni 2026).  

·   Catatan Operasional: Usaha Bellicious Sandwich dijalankan dengan sistem produksi rumahan untuk menekan biaya operasional dan memaksimalkan efisiensi modal kerja. Penjualan dilakukan melalui kombinasi sistem pre-order (PO) dan tenda pasar malam sehingga mampu menjangkau konsumen secara langsung tanpa memerlukan toko permanen. Untuk mendukung kegiatan operasional dan promosi usaha, pemilik mengalokasikan dana untuk kebutuhan kemasan produk, pemasaran digital, transportasi distribusi, serta biaya sewa tenda pasar malam selama periode usaha. Model bisnis ini memungkinkan perputaran kas yang cepat karena sebagian besar transaksi dilakukan secara tunai atau pembayaran di muka oleh pelanggan. 

SIKLUS PENCATATAN KEUANGAN - BELLICIOUS 

(Periode "Asumsi": 30 Juni 2026) 

  • Jurnal Transaksi 

 

  • Jurnal Penyesuaian

  • Neraca Saldo

  • Laporan Laba Rugi

  • Laporan Perubahan Modal 



  • Neraca 

  • Laporan Arus Kas

Penerapan Prinsip Dasar Keuangan Usaha:

Bellicious Sandwich menerapkan prinsip pengelolaan keuangan sederhana dengan melakukan pencatatan setiap transaksi yang terjadi selama periode usaha. Seluruh pendapatan dan pengeluaran dicatat secara teratur untuk memudahkan pemantauan arus kas, pengendalian biaya, dan perhitungan laba usaha. Selain itu, usaha juga menerapkan prinsip pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha melalui pencatatan modal awal dan prive. Dengan adanya pencatatan yang sistematis, kondisi keuangan usaha dapat diketahui secara lebih akurat dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis. 

Sumber Modal dan Struktur Pendanan:

 Sumber pendanaan Bellicious Sandwich berasal dari modal pribadi pemilik sebesar Rp1.500.000 yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional usaha, seperti pembelian bahan baku, kemasan, promosi, dan kebutuhan operasional lainnya. Selama periode berjalan, usaha tidak menggunakan pinjaman atau utang sehingga seluruh kegiatan usaha dibiayai oleh modal sendiri. Struktur pendanaan seperti ini menunjukkan bahwa usaha memiliki tingkat risiko keuangan yang relatif rendah karena tidak memiliki kewajiban pembayaran kepada pihak luar.

 Analisis Kinerja Profitabilitas: 

 

Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap Rp1 penjualan mampu menghasilkan laba bersih sekitar Rp0,52. Persentase ini menunjukkan bahwa Bellicious Sandwich memiliki tingkat profitabilitas yang baik, sehingga usaha berpotensi untuk berkembang dan meningkatkan modal pada periode berikutnya.

Analisis Break Event Point (BEP):

Analisis Kelayakan Usaha:

Berdasarkan hasil laporan keuangan, Bellicious Sandwich memperoleh pendapatan sebesar Rp3.000.000 dengan laba bersih sebesar Rp1.550.000. Selain itu, usaha memiliki tingkat profitabilitas yang cukup tinggi dengan Net Profit Margin sebesar 51,67%. Hasil analisis BEP juga menunjukkan bahwa penjualan aktual jauh melebihi titik impas yang hanya sebesar 37 unit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa usaha mampu menutup seluruh biaya operasional dan menghasilkan keuntungan yang memadai. Dengan demikian, Bellicious Sandwich dapat dinilai layak untuk dijalankan dan memiliki peluang untuk berkembang apabila mampu mempertahankan kualitas produk dan konsistensi penjualan.

Strategi Manajemen Risiko Keuangan:

Untuk menjaga stabilitas keuangan usaha, Bellicious Sandwich menerapkan beberapa strategi manajemen risiko. Pertama, sistem penjualan dilakukan melalui pre-order (PO) dan pembayaran tunai sehingga risiko piutang tidak tertagih dapat diminimalkan. Kedua, usaha menggunakan modal pribadi tanpa pinjaman sehingga tidak memiliki beban bunga maupun kewajiban pembayaran utang. Ketiga, pengeluaran operasional dikendalikan melalui pencatatan transaksi yang teratur agar pemilik dapat memantau arus kas dan menghindari pengeluaran yang tidak diperlukan. Selain itu, sebagian laba usaha dapat ditahan sebagai dana cadangan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan baku atau penurunan penjualan pada periode tertentu.

Kesimpulan: 

Berdasarkan hasil pencatatan dan analisis keuangan selama periode Juni 2026, Bellicious Sandwich menunjukkan kinerja keuangan yang baik. Usaha berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp3.000.000 dan laba bersih sebesar Rp1.550.000 dengan tingkat profitabilitas yang cukup tinggi. Hasil analisis BEP menunjukkan bahwa penjualan aktual telah jauh melampaui titik impas, sehingga usaha mampu menghasilkan keuntungan yang stabil. Selain itu, struktur pendanaan yang sepenuhnya berasal dari modal pribadi membuat risiko keuangan relatif rendah. Oleh karena itu, Bellicious Sandwich dapat dinilai sebagai usaha yang layak, menguntungkan, dan memiliki potensi untuk berkembang pada periode mendatang melalui peningkatan pemasaran dan perluasan jangkauan penjualan.

 


 


 


 

 

 




 

Komentar

Postingan Populer